Monday, December 3, 2012

Menunggu itu Tak Mesti ada Janji !

Iya, kini semua cerita aku dan dia telah diketahui banyak orang termasuk Bunda. Sebenarnya dari awal memang tak bermaksud untuk bersembunyi atau bermain petak umpet karena memang "kami" aku dan dia tak pernah melakukan dosa apapun yang harus takut diketahui semua orang. Yang jadi masalah , Bagaimana bisa bunda sampai mengetahui semua.a dari orang lain ? Siapakah orang yang tak mengetahui apa-apa itu yang berperan sok tahu tentang aku dan dia ? Mengapa dia tega merusak semua cerita ? Kenapa juga dia harus mengurusi segala urusan orang? 

Tak pernah berpikir bahkan terbayang cerita aku dan dia harus berakhir tanpa harus ada persetujuan dariku. Bukankah ini hidupku ? tentu saja aku adalah peran utama sekaligus produser skenario jalan ceritaku dan tentunya pula aku yang punya andil besar untuk menentukan endingnya ? Kenapa mala orang lain yang mengambil peranku dan menghancurkan semua cerita indahku ? kalau saja aku tahu orangnya akan ku mutilasi dia dan ku lempar ke planet pluto agar tak menganggu bumiku ? hahhaa


Pada akhirnya tetap harus ada kecewa bersahabat denganku, bahkan dingin juga sudah mulai terbiasa dengan kehidupanku, selain hidup yang dingin kini aku terbiasa dengan hati yang dingin, mungkin semua beranggapan menyedihkan. Tapi nyatanya tidak sama sekali, aku menikmati setiap detailnya, semua mengajarkanku menjadi dewasa. Disini aku bisa merasakan bagaimana sakit kehilangan itu ? Mengerti semacam apa rasanya pengabaian itu ? Penolakan kini menjadi biasa saja, bahkan aku bisa sangat paham tentang betapa sulitnya  berkorban merelakan orang yang kita sayang. Selama ini aku tak pernah mengenal hal semacam itu, aku memang bukan berasal dari kalangan keluarga kelas tinggi, tapi dari kecil orang tua ku sedikit memanjakanku. Apa yang aku minta, apa yang aku ingin dan apa yang aku mau selalu ada dan bisa dengan mudah ku dapat.

Well, itu hanya intermezo yang tak penting. Kembali ke bagian awal aku kecewa. Kecewa ku bukan karena ku tak bisa mendapat apa yang aku mau tapi aku kecewa dengan sikapnya. Dia mulai tak menghargai perasaanku, dia sudah tak memikirkan sakitnya jiwaku bahkan dia dengan tega lagi-lagi membuatku tersudut. Sebenarnya siapa aku di matanya ? bukankah dia yang memulai semuanya. Sudahlah kalau harus dipikirkan mungkin aku akan mengalami lagi dilema seperti dulu, dan tentu saja AKU TAK MAU. Sekarang ku putuskan untuk berdiri disini di tempat yang sama, dengan rasa yang sama dan keputusan yang sama.  Dan tak perlu kau tanya tentang semua ini, tentang semua cerita dan tenang aku tak bertahan karena janji.  Karena menunggu tak mesti ada janji. Aku yakin ada keajaiban yang membawamu kembali dengan cinta untuk mejadikan aku dan kamu menjadi KITA.

with smile :)
Kharis

No comments:

Post a Comment