Saturday, November 10, 2012

GoodBye "Sunny"

Dia , seorang pria di masa lalu itu , Iya benar tak salah lagi itu DIA. Sosok yang ku cintai, ku kagumi bahkan sangat ku banggakan dan selalu aku rindu kan. Dia kembali, dia menghampiriku dengan seragam negara yang dia kenakan. Dekat, semakin dekat, dia berjalan menuju ke arahku dan akhirnya berdiri tepat di sampingku. Tapi mengapa kali ini berbeda, ketika dia menyapaku lembut tak ada lagi getaran itu, getaran yang waktu dulu kurasakan yang membuat aku salah tingkah, ketika dia merangkulku secara spontan aku langsung menepis tangannya, ketika dia melemparkan senyum termanisnya aku tetap tidak merasakan getaran itu. Kenapa ? Bukannya dulu selalu muncul getaran itu yang membuat aku bertingkah sangat bodoh dan aneh di depanmu ? Kenapa ?? bukannya ini saat yang ku nantikan?? saat dia kembali dengan sejuta cinta yang selalu aku tunggu, saat dia datang lagi untuk tinggal bukan untuk pergi lagi, saat aku dan dia bisa kembali menjadi KITA.

Dia tampak kurusan, kulitnya terlihat sedikit gelap dari kemarin, rambutnya plontos, tahi lalatnya masih menempel di atas bibirnya, tangannya sudah tidak sehalus dulu, tapi ku rasa tingginya masih 173 cm karena saat berdiri disampingnya aku tetap saja agak sedikit menongak ketika bicara dengannya, sejauh ini tidak ada perubahan yang terlalu berarti. Ya, walau sedikit miris aku melihat keadaannya sekarang, dia seperti tidak diurus, mungkin karena banyak pelatihan, dinas serta perjalanan jauh sehingga terlihat lingkaran hitam di wajahnya. Dia tersenyum memandangku sambil menluntaikan tangannya, aku membalas senyum itu lalu kusambut tangannya dan kami bersalaman seperti biasa ku lakukan dulu. Bisa di bilang dia aktor yang paling bagus aktingnya, kenapa ?? karena setiap bertemu seakan - akan tidak ada masalah yang terjadi diantara kami, kali ini aku membalas aktingnya dengan peran yang tidak kalah bagus, aku juga berperan seolah-olah aku dan dia benar-benar tidak ada masalah.

Dia mulai membuka pembicaraan, dia bercerita banyak hal tentang dia, mulai dari perjuangannya mendapatkan seragam, cerita saat dia menghabiskan waktunya dengan marabintal, apel, pelatihan-pelatihan sampai cerita saat dia setelah resmi dilantik dan mulai dinas. Aku duduk disampingnya sambil melemparkan senyum sesekali mengangguk-angguk meng-iyakan semua ceritanya, ya aku hanya berusaha menjadi pendengar yang baik. Sampai kepuncaknya, dia mulai bercerita tentang masalalu, masa dimana aku dan dia resmi menjadi KITA. Dia mulai membuka cerita-cerita indah dulu, cerita dimana aku selalu jadi peran utama dalam hidupnya, cerita dimana tiada hari tanpa aku dan dia habiskan bersama, cerita dimana seolah-olah dunia hanya milik kami berdua, dan tanpa sengaja aku melemparkan senyum kecut kearahnya. Terlihat senyum senangnya sedikit memudar melihat reaksiku. Bukan, bukan aku bermaksud merusak moodnya, tapi aku hanya seperti mendapatkan tamparan yang sangat kuat mengingat semua kisah itu. Aku seperti merasakan lagi luka lama yang sudah kututup rapat-rapat. Aku benci diingatkan tentang cerita masalalu, cerita yang membuat aku harus meneteskan beribu mutiaraku, BODOH.

Suaranya mulai meninggi dan seperti biasa aku tetap tersenyum memandangnya. Dia merangkulku, aku hanya diam. Seperti biasanya pula dia mengeluarkan jurus yang paling ampuh, dia menangis sambil mengucapkan kata maaf. Dan kembali seperti biasa aku mengusap air matanya dan berkata iya semua sudah ku maafkan, jangan menangis lagi dan berikan aku senyuman. Dia tetap tak berhenti menangis, aku sekuat tenaga menahan agar aku tidak ikut menangis dan berusaha menenangkannya. Dia mengeluarkan kata pamungkasnya, "Bi, aku cinta kamu, kamu juga cinta aku kan bi ?" Bi, lihat aku dan jawab pertanyaanku, apa kita masih bisa seperti dulu ?? Tolong bi, beri aku kesempatan terakhir aku berjanji tidak akan mengulangnya lagi." Aku masih terdiam. Dia terus mendesakku untuk menjawab semua pertanyaannya. Dia sedikit membentakku. Aku sedikit takut, jantungku berdegup kencang, tanganku gemetar dan aku tak bisa berkata, dia terus menangis. 

Sesaat aku dan dia terdiam, sampai akhirnya aku punya keberanian untuk membuka mulutku dan berkata. Maaf, berhentilah menangis, aku sayang kamu. Dia langsung menoleh kearahku dengan sangat senang. Lalu ku lanjutkan pembicaraanku, "Iya, aku sayang kamu bahkan sangat sayang kamu, bisa dibilang aku juga cinta kamu tapi itu "DULU". Dia langsung memotong bicaraku "Maksudmu dulu?" dengan lembut kujawab pertanyaannya, " Iya dulu, sebelum dia datang menghapus lukaku, sekarang aku tak bisa beri kamu kesempatan lagi, aku sudah tidak bisa memulai kembali cerita kita, aku tidak bisa, aku capek dan aku ingin istirahat. Dia menarik tanganku, tapi aku langsung menepis tangannya. Dia mengatakan kenapa dengan nada sedikit berteriak, dengan singkat ku jawab semua telah terlambat sayang, aku sudah Mencintai DIA. Iya, aku mencintai Orang lain, orang yang selama ini membuat duniaku yang hitam putih kini warna-warni seperti pelangi. Dia terdiam mematung sambil menangis, kali ini tangisnya menjadi, dia tidak terkontrol dan sedikit berteriak. Aku paling benci keadaan seperti ini, karena aku merasa orang yang paling berdosa di dunia. Aku mendekat kearahnya, menggenggam tangannya dan berkata maaf. Dia memegang erat tanganku, ku biarkan dia menggenggamnya seraya menikmati detik terakhir aku dan dia lalu dia berkata aku cinta kamu, maaf aku telah meyiakanmu dulu, kembalilah sayang. Kali ini, aku tak dapat menahan air mataku yang perlahan keluar membasahi pipiku. Kami menangis dibalik senja itu, lalu perlahan kutinggalkan dia sendiri, kubiarkan dia menikmati tempat yang menjadi kenangan kami. Selamat tinggal cinta pertama. 


Air yang selama itu ku tuang sudah penuh dan kamu tetap saja tidak menoleh kearahku untuk menampungnya. Dan sekarang, ketika DIA datang dan dengan tulus menampung air yang tertumpah itu sehingga mendapat tempat selayaknya, Kenapa KAMU KEMBALI?? MAAF SEMUA TELAH TERLAMBAT SAYANG :)

with Love
Kharis

No comments:

Post a Comment